WAKTU
Di suatu desa
ada seorang anak , anak ini mempunyai ibuk ayahnya telah diada waktu dia
berumur 2 tahun jadi dia tidak mengenal ayahnya, dia bisa melihat wajah ayahnya
dalam foto.
Anak ini
bernama Danu , sekrang dia berumur 17 tahun dia masih ddk di bangku sekolh
Selama ini
dia hidup ber 2 dengan ibunya, ibunya berkerja menjadi pemulung, setiap pulang
sekolah dia membantu ibunya, sewaktu ketika dia melihat ibunya sholat dan dia
melihat mukenah yang dipakai ibunya sudah tidak layak pakai, dan dia putuskan
untuk mencari kerja di pasar tetapi setiap dia menawarkan , dia selalu di usir
dan di tolak, lalu dia berjalan untuk pulang dia berfikir tidak akan
mendapatkan pekerjaan, lau tidak sengaja dia melihat parkiran yang ramai, lalu
dia mendatangi parkiran tersebut lalu dia menawarkan diri dengan tukang parkir.
Danu : Pak
boleh saya bantu , nampaknya bpak sangat kewalhan.
Tukang
parkir: Ohhh iya nak boleh sekali, saya pasti terasa terbantu.
Danu mulai
berkerja merapikan motor2 yang pada berdatangan, akhirnya parkiran sepi, dia
pamit untuk pulang.
Danu: Pak
saya pulang dulu ya sudah sore.
Tukang
parkir: oh iya nak , makasih ya.
Danu :
assalamualaikum
Tukang parkir
: Waalaikum salam.
Danu pergi ,
lalu Tukang parkir memanggilnya kembali
Tukang parkir
: eh nak sini dulu
Danu kembali.
Danu: iya pak
ada apa?
Tukang parkir
: nama kamu siapa nak?
Danu: Nama
saya Danu pak
Tukang parkir
: hmm ini ada sedikit rezeki buat kamu,
Tukang parkir
memberi kan uang.
Danu: ga ga
gak usah pak.
Tukang
parkir: udh terima aja,kamu kan sudah bantu bapak, besok setelah kamu pulang
sekolah kamu datang lagi ya ,bantu bapak lagi, entr saya kasih imbalan lagi.
Danu : yang
bener pak maksih ya pak, kalok gitu saya pamit Assalamualaikum,,,,
Tukang parkir
: melihat dia dan tersenyum...
Sampai di
rmah dia masuk rumah dan melihat ibunya sholat kembali lalu dia bersedih dan
tambah nyakin dia ingin membelikan ibunya mukenah,lalu dia mandi, masuk kamr
sholat, dia berdoa semoga apa yang dia jlani akan terjadi.
Lalu ibunya
masuk dan bertanya kepadaa danu .
Ibu: nak kamu
kok tadi pulangnya sore, kenapa ?
Danu: iya buk
tadi saya bekerja buk, oh iya ini ada reeki seikit buk dari hasil keringan saya
sendiri buk.
Danu
memberikan separo uang hasil parkir buat ibunya.
Ibu: aduh
anak ibuk kan sudah pernah bilang kamu fokus aja sekolah dulu, biar ibuk yang
bekerja,
Danu: udah
buk ga papa, selagi danu masih bisa, danu pasti bantu ibu.
Ibunya
terharu dan meneteskan air mata.,ibunya keluar menyiapkan makn .
Ibuk : ya
udah ibuk keluar dulu ya siapin makn, pasti kamu laperkan.
Danu
mengangguk.
Lalu danu
menyimpan setengah dari uang parkirnya untuk membelikan mukenah ibunya.
Setiap pulang
sekolah dia mulai parkir.
Setelah dia
selesai parkir dia mampir ke toko peralatan sholat untuk membeli mukenah ,lalu
dia berjalan dan melihat ada tulisan 22 desember selamat hari ibu, dia
mengurungkn niatnya untuk memberikannya wktu itu juga , dia berfikir akan
memberikannya pada tanggal 22 desember
Lalu dia menyimpan
mukenahnya.. berselat hari ibunya jatuh sakit, dia lupa dengan kado yang telah
dia beli, dia mempunayi tabungun sisa uang dari parkirnya , tetapi untuk
membawa ibunya ke rumah sakit masih kurang akhirnya dia hanya membeli obat di
apotek.
Sudah 1 bulan
berlalu ibunya makin parah, lalu danu mencari selimut di lemarinya tidak
sengaja mukenah terjatuh, lalu dia baru ingat dia ingin memberikan mukenah itu
untuk ibunya
Danu
menghampiri ibunya.
Danu: buk
ibuk danu sayang sama ibuk, ibuk cepet sembuh ya.
Ibunya hanya
bisa diam dan melihat danu dengan mata berkaca kaca
Danu: buk
Danu punya sesuatu buat ibuk.
Memberikan
mukenah buat ibukya
Ibunya
menangis
Danu:
sebnernya danu bekerja hanya untuk membelikan ibuk mukenah ini.
Ibunya
melihat danu dan berbisik kepada danu.
Ibu:
terimakasih nak, ibu sangan sayang sama kamu nak.
Lalu ibu
memnghembuskan nafas terakhirnya.
Danu: menanis
dan menjerit ibuuuuuuuuu!!!!!!!!
Sebulan
kemudian
Danu pergi ke
makam ibunya dia menyesal apa yang telah dia lakukan, yang seharusnya
memberikan mukenah saat ibunya masih sehat
tetapi malah dia memberikan mukenah tersebut saat ibunya lemah.
Danu: maaf bu
danu belum bisa membahagiakan ibuk , seharunya danu berfikir memberikan sesuatu
untuk kebahagian bukanlah menurut tanggal bulan atau pun tahun.
Cobak waktu
itu danu memberikan mukenah ini langsung sama ibu mungkin semua ini tidak
terjadi, maaf buu danu minta maaf.
Puisi
Jangan lah
membuang2 waktu untuk orang yang engkau sayangi
Selagi masih
ada waktu, ungkapkan lah rasa sayang rasa cinta kepa orang tersebut
Jangan sampai
untuk mengulur waktu, hidup kita singkat di dunia ini
Ajal,musibah
sudah ada yang mengatur ,dan tidak ada yang bisa menahan atau merubahnya
Jadi setiap
ada kesempatan jangan di sia2kan lagi.
Bukan hanya
di tanggal dan bulan 22 desember kita mengungkapkan rasa sayang cinta kita kepada
ibu kita.
Ibuk kita aja
tidak tau menau dengan tanggal dan bulan setiap hari dia menyayangi kita.
Jadi selagi
masih ada waktu masih dengan kesempatan ini kita buat para ibuk di dunia senang.
By Afriliansyah
Mantep Gan. Jangan lupa kunjungi http://hdpictforpc.blogspot.co.id/ :3
BalasHapusoke jangan lupa folow ya
BalasHapus