Langkah
-
1Ketahuilah perbedaan film pendek dan film panjang. Salah satu pembeda paling mendasar adalah film panjang memberikan ruang sebebas-bebasnya kepada penulis skenario untuk mengembangkan plot dan karakter yang kompleks. Secara teknis, proses penyusunan skenario film panjang dan film pendek tidak terlalu berbeda; hanya saja, Anda perlu menyusun kerangka skenario yang lebih mendetail untuk film panjang (umumnya, penulis skenario film panjang juga perlu membuat beat sheet untuk membantu mereka menyusun kerangka plot cerita).
1
Melakukan Persiapan Sebelum Membuat Skenario
-
1Baca skenario-skenario yang sudah ada. Sebelum menulis skenario Anda sendiri, cobalah membaca dan menganalisis skenario film-film favorit dan film-film bergenre serupa dengan film yang akan Anda buat.
-
2Tentukan target pengerjaan. Percayalah, bekerja dalam jadwal yang terencana dan memiliki tenggat tertentu ampuh memotivasi Anda untuk lebih produktif dan mengelola waktu dengan lebih efisien.
- Tentukan waktu yang dibutuhkan. Film pendek berbujet rendah umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk dikerjakan (termasuk melalui proses penyuntingan). Jangan terburu-buru merasa tertekan; tetaplah berfokus pada upaya Anda untuk menulis selama 10 menit setiap harinya.
-
3
2
Menyusun Ide
-
1Tentukan judul film Anda. Judul film yang tepat adalah elemen yang paling penting; terutama karena judul film yang menarik ampuh memancing audiensi untuk menonton film Anda. Judul film yang baik seharusnya mampu merepresentasikan pesan yang ingin Anda sampaikan dalam film tersebut. Jangan khawatir, judul film bisa Anda tentukan kapan pun, bahkan setelah film selesai dibuat.
-
2Tentukan tema utama dalam film Anda. Jika kesulitan menentukannya, cobalah menentukan tema berdasarkan pelajaran hidup yang diperoleh tokoh utama di akhir film.
-
3Tentukan premis film Anda. Tuliskan konsep dasar plot skenario Anda dalam satu kalimat singkat yang maksimal terdiri dari 15 kata.
- Cerita hidup siapakah ini?
- Apa yang mereka inginkan?
- Apa yang mencegah mereka mendapatkannya?
- Apa yang dipertaruhkan?
- Misalnya, premis untuk film E.T adalah ‘bocah laki-laki kesepian yang berteman dengan alien'.
- Mintalah kritik dan saran pada orang-orang yang tepercaya sebelum mengembangkan premis tersebut menjadi sebuah film.
3
Mengembangkan Skenario
-
1Pikirkan kelengkapan syuting yang sudah tersedia. Dengan memanfaatkan aktor, properti, dan lokasi yang sudah tersedia (atau dapat diakses dengan mudah), niscaya proses pembuatan film pendek Anda akan berlangsung lebih cepat, mudah, dan murah.
-
2Kembangkan karakter dalam skenario Anda. Ini adalah bagian terpenting dalam proses pengembangan skenario. Beberapa hal yang perlu Anda pikirkan adalah:
- 1.Nama karakter
- 2.Penampilan karakter
- 3.Karakteristik, kondisi sosiologis, kondisi psikologis, dan kondisi jasmaniah karakter.
-
3Jelaskan transformasi yang dialami oleh setiap karakter dalam skenario Anda.
- 1.Quest (plot mengenai tokoh utama yang sedang menempuh perjalanan menyulitkan untuk menemukan sesuatu); di tengah perjalanan tersebut, dia harus menghadapi ketakutan terbesarnya.
- 2.Plot mengenai keakraban antarkarakter yang terjalin secara bertahap; awalnya, ada dua karakter yang saling membenci satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai belajar untuk hidup berdampingan dan berakhir saling menyukai satu sama lain.
-
4Kembangkan plot mengenai situasi disfungsi yang berangsur-angsur membaik.
- Apakah Anda memiliki pengalaman pribadi yang bisa memperkaya setiap karakter dalam skenario Anda?
-
5Di mana? (Lokasi)
-
6Apa? (Tema, format, genre, karakter, peristiwa positif dan negatif yang akan muncul).
-
7Mengapa? (Unique selling proposition atau keunikan dan keunggulan film Anda dibandingkan film-film sejenis yang sudah beredar di pasaran)
-
8Kapan? (Waktu yang melatari cerita, jadwal pengerjaan film, tenggat penyelesaian film)
-
9Jika Anda mengalami kebuntuan, cobalah menonton beberapa film pendek yang sudah dipublikasikan dan menganalisis film-film tersebut berdasarkan elemen-elemen kunci di atas.
-
10Pikirkan awal dan akhir film Anda. Untuk mempermudah prosesnya, cobalah membuat peta pikiran. Setelah menentukan awal dan akhir cerita Anda, cobalah mengisi ruang kosong di antaranya; umumnya, menentukan pertengahan cerita adalah proses yang lebih menyulitkan.
4
Membuat Kerangka Skenario
-
1Susun kerangka skenario Anda: (Judul film) adalah film pendek bergenre (genre film) yang berdurasi (durasi film) dengan target audiensi (target audiensi). Proses syuting akan berlangsung di (lokasi syuting), dst… (Tuliskan pula aksi apa saja yang muncul di film Anda dari sudut pandang orang ketiga dalam beberapa ratus kata).
- Sunting kerangka skenario Anda beberapa kali.
- Mintalah kritik dan saran dari orang-orang yang tepercaya.
5
Menulis Skenario
-
1Tulis skenario Anda. Sisihkan setidaknya 10 menit per hari untuk menulis skenario.
- Pahami struktur skenario film pendek. Meski struktur film pendek sangatlah bervariasi, umumnya seluruhnya dikemas secara sederhana dan tidak memiliki subplot. Misalnya, skenario Anda boleh tetap memasukkan tiga elemen utama dalam struktur plot film yaitu permulaan, pertengahan, dan penutup yang dikemas secara sederhana. Namun, skenario Anda juga boleh dikemas selayaknya lelucon yang memiliki akhir tak diduga-duga.
- Aksi. Pastikan aksi dalam skenario Anda dikemas secara sederhana. Tidak perlu mencantumkan sudut pandang pengambilan gambar dalam setiap adegan!
- Dialog. Masukkan dialog setelah Anda selesai menyusun garis besar skenario. Dengan cara tersebut, film Anda akan tetap mengutamakan elemen visual, bukan narasi. Pastikan dialog naskah Anda dikemas secara sederhana dan tidak terdengar seperti percakapan yang sebenarnya.
-
2Atasi kebuntuan menulis yang Anda alami.
6
Membedakan Film Pendek dan Film Panjang
-
1Idealnya panjang kerangka skenario film tidak lebih dari dua halaman. Dalam kerangka tersebut, jelaskan konsep setiap adegan dalam satu paragraf khusus.
7
Menyunting Skenario
-
1Selalu ingat kutipan ini: Ernest Hemingway, “The first draft of anything is shit (Draf yang pertama kali dibuat selalu payah dan tidak berkualitas)”.
-
2Masalah umum yang kerap terjadi dalam penulisan skenario film pendek adalah cerita yang kurang dikembangkan, terlalu berbelit-belit, dan tidak melalui proses penyuntingan yang cukup.
-
3Mintalah kritik dan saran dari orang-orang yang tepercaya. Setelah itu, catat berbagai masalah yang muncul.
-
4Tinggalkan skenario Anda selama satu minggu.
-
5Baca kembali skenario Anda. Jika perlu, mintalah bantuan orang lain untuk ikut membaca skenario Anda.
-
6Tinjau kembali setiap elemen secara terpisah: sunting dialognya, sunting setiap aksi yang ada di dalam skenario Anda, atasi pula berbagai masalah struktural yang Anda temukan.
Tips
- Pilih topik skenario yang menarik minat Anda.
- Saat memilih pemeran, pastikan Anda TIDAK memilih berdasarkan penampilan fisik semata, tetapi juga mempertimbangkan KEMAMPUAN BERAKTING mereka. Ingat, Anda sedang mencari aktor, bukan model!
- Jika merasa kesulitan, jangan ragu meminta pendampingan orang lain untuk membuat skenario.
- Salah satu kendala terbesar yang kerap dialami oleh setiap penulis skenario adalah kurangnya motivasi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih tema atau topik yang menarik minat Anda; niscaya, proses menulis skenario akan terasa jauh lebih mudah.
- Tunjukkan, bukan katakan. Ingat, film adalah media visual!
- Jika Anda takut menerima kritik dan saran yang negatif, cobalah menulis komentar-komentar terburuk yang mungkin disampaikan orang lain kepada Anda di atas secarik kertas. Metode tersebut ampuh menyiapkan diri Anda untuk lebih mudah menerima kritik dan saran dari orang lain.
- Kesalahan mendasar yang paling sering dilakukan oleh penulis skenario pemula adalah skenario yang lemah; situasi tersebut umumnya terjadi karena mereka tidak meluangkan cukup banyak waktu untuk mengembangkan skenarionya. Akibatnya, mereka cenderung akan membuat skenario yang terlalu panjang dan berbelit-belit.
Hal yang Anda Butuhkan
- Buku catatan yang bisa digunakan saat Anda perlu menambahkan atau mengingat detail tertentu; pastikan Anda membawanya setiap saat.
- Pensil dan/atau spidol untuk mengoreksi skenario.
- Perangkat lunak untuk membuat skenario; salah satu yang kerap digunakan oleh penulis skenario profesional adalah Final Draft.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar