Senin, 22 Januari 2018

Langkah langkah yang perlu di perhatikan




Langkah

  1. 1
    Ketahuilah perbedaan film pendek dan film panjang. Salah satu pembeda paling mendasar adalah film panjang memberikan ruang sebebas-bebasnya kepada penulis skenario untuk mengembangkan plot dan karakter yang kompleks. Secara teknis, proses penyusunan skenario film panjang dan film pendek tidak terlalu berbeda; hanya saja, Anda perlu menyusun kerangka skenario yang lebih mendetail untuk film panjang (umumnya, penulis skenario film panjang juga perlu membuat beat sheet untuk membantu mereka menyusun kerangka plot cerita).

1
Melakukan Persiapan Sebelum Membuat Skenario

  1. 1
    Baca skenario-skenario yang sudah ada. Sebelum menulis skenario Anda sendiri, cobalah membaca dan menganalisis skenario film-film favorit dan film-film bergenre serupa dengan film yang akan Anda buat.
  2. 2
    Tentukan target pengerjaan. Percayalah, bekerja dalam jadwal yang terencana dan memiliki tenggat tertentu ampuh memotivasi Anda untuk lebih produktif dan mengelola waktu dengan lebih efisien.
    • Tentukan waktu yang dibutuhkan. Film pendek berbujet rendah umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk dikerjakan (termasuk melalui proses penyuntingan). Jangan terburu-buru merasa tertekan; tetaplah berfokus pada upaya Anda untuk menulis selama 10 menit setiap harinya.
  3. 3

2
Menyusun Ide

  1. 1
    Tentukan judul film Anda. Judul film yang tepat adalah elemen yang paling penting; terutama karena judul film yang menarik ampuh memancing audiensi untuk menonton film Anda. Judul film yang baik seharusnya mampu merepresentasikan pesan yang ingin Anda sampaikan dalam film tersebut. Jangan khawatir, judul film bisa Anda tentukan kapan pun, bahkan setelah film selesai dibuat.
  2. 2
    Tentukan tema utama dalam film Anda. Jika kesulitan menentukannya, cobalah menentukan tema berdasarkan pelajaran hidup yang diperoleh tokoh utama di akhir film.
  3. 3
    Tentukan premis film Anda. Tuliskan konsep dasar plot skenario Anda dalam satu kalimat singkat yang maksimal terdiri dari 15 kata.
    • Cerita hidup siapakah ini?
    • Apa yang mereka inginkan?
    • Apa yang mencegah mereka mendapatkannya?
    • Apa yang dipertaruhkan?
    • Misalnya, premis untuk film E.T adalah ‘bocah laki-laki kesepian yang berteman dengan alien'.
    • Mintalah kritik dan saran pada orang-orang yang tepercaya sebelum mengembangkan premis tersebut menjadi sebuah film.

3
Mengembangkan Skenario

  1. 1
    Pikirkan kelengkapan syuting yang sudah tersedia. Dengan memanfaatkan aktor, properti, dan lokasi yang sudah tersedia (atau dapat diakses dengan mudah), niscaya proses pembuatan film pendek Anda akan berlangsung lebih cepat, mudah, dan murah.
  2. 2
    Kembangkan karakter dalam skenario Anda. Ini adalah bagian terpenting dalam proses pengembangan skenario. Beberapa hal yang perlu Anda pikirkan adalah:
    • 1.Nama karakter
    • 2.Penampilan karakter
    • 3.Karakteristik, kondisi sosiologis, kondisi psikologis, dan kondisi jasmaniah karakter.
  3. 3
    Jelaskan transformasi yang dialami oleh setiap karakter dalam skenario Anda.
    • 1.Quest (plot mengenai tokoh utama yang sedang menempuh perjalanan menyulitkan untuk menemukan sesuatu); di tengah perjalanan tersebut, dia harus menghadapi ketakutan terbesarnya.
    • 2.Plot mengenai keakraban antarkarakter yang terjalin secara bertahap; awalnya, ada dua karakter yang saling membenci satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai belajar untuk hidup berdampingan dan berakhir saling menyukai satu sama lain.
  4. 4
    Kembangkan plot mengenai situasi disfungsi yang berangsur-angsur membaik.
    • Apakah Anda memiliki pengalaman pribadi yang bisa memperkaya setiap karakter dalam skenario Anda?
  5. 5
    Di mana? (Lokasi)
  6. 6
    Apa? (Tema, format, genre, karakter, peristiwa positif dan negatif yang akan muncul).
  7. 7
    Mengapa? (Unique selling proposition atau keunikan dan keunggulan film Anda dibandingkan film-film sejenis yang sudah beredar di pasaran)
  8. 8
    Kapan? (Waktu yang melatari cerita, jadwal pengerjaan film, tenggat penyelesaian film)
  9. 9
    Jika Anda mengalami kebuntuan, cobalah menonton beberapa film pendek yang sudah dipublikasikan dan menganalisis film-film tersebut berdasarkan elemen-elemen kunci di atas.
  10. 10
    Pikirkan awal dan akhir film Anda. Untuk mempermudah prosesnya, cobalah membuat peta pikiran. Setelah menentukan awal dan akhir cerita Anda, cobalah mengisi ruang kosong di antaranya; umumnya, menentukan pertengahan cerita adalah proses yang lebih menyulitkan.

4
Membuat Kerangka Skenario

  1. 1
    Susun kerangka skenario Anda: (Judul film) adalah film pendek bergenre (genre film) yang berdurasi (durasi film) dengan target audiensi (target audiensi). Proses syuting akan berlangsung di (lokasi syuting), dst… (Tuliskan pula aksi apa saja yang muncul di film Anda dari sudut pandang orang ketiga dalam beberapa ratus kata).
    • Sunting kerangka skenario Anda beberapa kali.
    • Mintalah kritik dan saran dari orang-orang yang tepercaya.

5
Menulis Skenario

  1. 1
    Tulis skenario Anda. Sisihkan setidaknya 10 menit per hari untuk menulis skenario.
    • Pahami struktur skenario film pendek. Meski struktur film pendek sangatlah bervariasi, umumnya seluruhnya dikemas secara sederhana dan tidak memiliki subplot. Misalnya, skenario Anda boleh tetap memasukkan tiga elemen utama dalam struktur plot film yaitu permulaan, pertengahan, dan penutup yang dikemas secara sederhana. Namun, skenario Anda juga boleh dikemas selayaknya lelucon yang memiliki akhir tak diduga-duga.
    • Aksi. Pastikan aksi dalam skenario Anda dikemas secara sederhana. Tidak perlu mencantumkan sudut pandang pengambilan gambar dalam setiap adegan!
    • Dialog. Masukkan dialog setelah Anda selesai menyusun garis besar skenario. Dengan cara tersebut, film Anda akan tetap mengutamakan elemen visual, bukan narasi. Pastikan dialog naskah Anda dikemas secara sederhana dan tidak terdengar seperti percakapan yang sebenarnya.
  2. 2
    Atasi kebuntuan menulis yang Anda alami.

6
Membedakan Film Pendek dan Film Panjang

  1. 1
    Idealnya panjang kerangka skenario film tidak lebih dari dua halaman. Dalam kerangka tersebut, jelaskan konsep setiap adegan dalam satu paragraf khusus.

7
Menyunting Skenario

  1. 1
    Selalu ingat kutipan ini: Ernest Hemingway, “The first draft of anything is shit (Draf yang pertama kali dibuat selalu payah dan tidak berkualitas)”.
  2. 2
    Masalah umum yang kerap terjadi dalam penulisan skenario film pendek adalah cerita yang kurang dikembangkan, terlalu berbelit-belit, dan tidak melalui proses penyuntingan yang cukup.
  3. 3
    Mintalah kritik dan saran dari orang-orang yang tepercaya. Setelah itu, catat berbagai masalah yang muncul.
  4. 4
    Tinggalkan skenario Anda selama satu minggu.
  5. 5
    Baca kembali skenario Anda. Jika perlu, mintalah bantuan orang lain untuk ikut membaca skenario Anda.
  6. 6
    Tinjau kembali setiap elemen secara terpisah: sunting dialognya, sunting setiap aksi yang ada di dalam skenario Anda, atasi pula berbagai masalah struktural yang Anda temukan.

Tips

  • Pilih topik skenario yang menarik minat Anda.
  • Saat memilih pemeran, pastikan Anda TIDAK memilih berdasarkan penampilan fisik semata, tetapi juga mempertimbangkan KEMAMPUAN BERAKTING mereka. Ingat, Anda sedang mencari aktor, bukan model!
  • Jika merasa kesulitan, jangan ragu meminta pendampingan orang lain untuk membuat skenario.
  • Salah satu kendala terbesar yang kerap dialami oleh setiap penulis skenario adalah kurangnya motivasi. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih tema atau topik yang menarik minat Anda; niscaya, proses menulis skenario akan terasa jauh lebih mudah.
  • Tunjukkan, bukan katakan. Ingat, film adalah media visual!
  • Jika Anda takut menerima kritik dan saran yang negatif, cobalah menulis komentar-komentar terburuk yang mungkin disampaikan orang lain kepada Anda di atas secarik kertas. Metode tersebut ampuh menyiapkan diri Anda untuk lebih mudah menerima kritik dan saran dari orang lain.
  • Kesalahan mendasar yang paling sering dilakukan oleh penulis skenario pemula adalah skenario yang lemah; situasi tersebut umumnya terjadi karena mereka tidak meluangkan cukup banyak waktu untuk mengembangkan skenarionya. Akibatnya, mereka cenderung akan membuat skenario yang terlalu panjang dan berbelit-belit.

Hal yang Anda Butuhkan

  • Buku catatan yang bisa digunakan saat Anda perlu menambahkan atau mengingat detail tertentu; pastikan Anda membawanya setiap saat.
  • Pensil dan/atau spidol untuk mengoreksi skenario.
  • Perangkat lunak untuk membuat skenario; salah satu yang kerap digunakan oleh penulis skenario profesional adalah Final Draft
sumber link : https://id.wikihow.com/Membuat-Skenario-Film-Pendek

Belajar membuat Sekenario Filem pendek

                                    WAKTU

      Di suatu desa ada seorang anak , anak ini mempunyai ibuk ayahnya telah diada waktu dia berumur 2 tahun jadi dia tidak mengenal ayahnya, dia bisa melihat wajah ayahnya dalam foto.
Anak ini bernama Danu , sekrang dia berumur 17 tahun dia masih ddk di bangku sekolh
Selama ini dia hidup ber 2 dengan ibunya, ibunya berkerja menjadi pemulung, setiap pulang sekolah dia membantu ibunya, sewaktu ketika dia melihat ibunya sholat dan dia melihat mukenah yang dipakai ibunya sudah tidak layak pakai, dan dia putuskan untuk mencari kerja di pasar tetapi setiap dia menawarkan , dia selalu di usir dan di tolak, lalu dia berjalan untuk pulang dia berfikir tidak akan mendapatkan pekerjaan, lau tidak sengaja dia melihat parkiran yang ramai, lalu dia mendatangi parkiran tersebut lalu dia menawarkan diri dengan tukang parkir.

Danu : Pak boleh saya bantu , nampaknya bpak sangat kewalhan.
Tukang parkir: Ohhh iya nak boleh sekali, saya pasti terasa terbantu.
Danu mulai berkerja merapikan motor2 yang pada berdatangan, akhirnya parkiran sepi, dia pamit untuk pulang.
Danu: Pak saya pulang dulu ya sudah sore.
Tukang parkir: oh iya nak , makasih ya.
Danu : assalamualaikum
Tukang parkir : Waalaikum salam.
Danu pergi , lalu Tukang parkir memanggilnya kembali
Tukang parkir : eh nak sini dulu
Danu kembali.
Danu: iya pak ada apa?
Tukang parkir : nama kamu siapa nak?
Danu: Nama saya Danu pak
Tukang parkir : hmm ini ada sedikit rezeki buat kamu,
Tukang parkir memberi kan uang.
Danu: ga ga gak usah pak.
Tukang parkir: udh terima aja,kamu kan sudah bantu bapak, besok setelah kamu pulang sekolah kamu datang lagi ya ,bantu bapak lagi, entr saya kasih imbalan lagi.
Danu : yang bener pak maksih ya pak, kalok gitu saya pamit Assalamualaikum,,,,
Tukang parkir : melihat dia dan tersenyum...
Sampai di rmah dia masuk rumah dan melihat ibunya sholat kembali lalu dia bersedih dan tambah nyakin dia ingin membelikan ibunya mukenah,lalu dia mandi, masuk kamr sholat, dia berdoa semoga apa yang dia jlani akan terjadi.
Lalu ibunya masuk dan bertanya kepadaa danu .
Ibu: nak kamu kok tadi pulangnya sore, kenapa ?
Danu: iya buk tadi saya bekerja buk, oh iya ini ada reeki seikit buk dari hasil keringan saya sendiri buk.
Danu memberikan separo uang hasil parkir buat ibunya.
Ibu: aduh anak ibuk kan sudah pernah bilang kamu fokus aja sekolah dulu, biar ibuk yang bekerja,
Danu: udah buk ga papa, selagi danu masih bisa, danu pasti bantu ibu.
Ibunya terharu dan meneteskan air mata.,ibunya keluar menyiapkan makn .
Ibuk : ya udah ibuk keluar dulu ya siapin makn, pasti kamu laperkan.
Danu mengangguk.

Lalu danu menyimpan setengah dari uang parkirnya untuk membelikan mukenah ibunya.
Setiap pulang sekolah dia mulai parkir.
Setelah dia selesai parkir dia mampir ke toko peralatan sholat untuk membeli mukenah ,lalu dia berjalan dan melihat ada tulisan 22 desember selamat hari ibu, dia mengurungkn niatnya untuk memberikannya wktu itu juga , dia berfikir akan memberikannya pada tanggal 22 desember
Lalu dia menyimpan mukenahnya.. berselat hari ibunya jatuh sakit, dia lupa dengan kado yang telah dia beli, dia mempunayi tabungun sisa uang dari parkirnya , tetapi untuk membawa ibunya ke rumah sakit masih kurang akhirnya dia hanya membeli obat di apotek.
Sudah 1 bulan berlalu ibunya makin parah, lalu danu mencari selimut di lemarinya tidak sengaja mukenah terjatuh, lalu dia baru ingat dia ingin memberikan mukenah itu untuk ibunya
Danu menghampiri ibunya.

Danu: buk ibuk danu sayang sama ibuk, ibuk cepet sembuh ya.
Ibunya hanya bisa diam dan melihat danu dengan mata berkaca kaca
Danu: buk Danu punya sesuatu buat ibuk.
Memberikan mukenah buat ibukya
Ibunya menangis 
Danu: sebnernya danu bekerja hanya untuk membelikan ibuk mukenah ini.
Ibunya melihat danu dan berbisik kepada danu.
Ibu: terimakasih nak, ibu sangan sayang sama kamu nak.
Lalu ibu memnghembuskan nafas terakhirnya.
Danu: menanis dan menjerit ibuuuuuuuuu!!!!!!!!

Sebulan kemudian
Danu pergi ke makam ibunya dia menyesal apa yang telah dia lakukan, yang seharusnya memberikan mukenah saat ibunya masih sehat  tetapi malah dia memberikan mukenah tersebut saat ibunya lemah.
Danu: maaf bu danu belum bisa membahagiakan ibuk , seharunya danu berfikir memberikan sesuatu untuk kebahagian bukanlah menurut tanggal bulan atau pun tahun.
Cobak waktu itu danu memberikan mukenah ini langsung sama ibu mungkin semua ini tidak terjadi, maaf buu danu minta maaf.
Puisi
Jangan lah membuang2 waktu untuk orang yang engkau sayangi
Selagi masih ada waktu, ungkapkan lah rasa sayang rasa cinta kepa orang tersebut
Jangan sampai untuk mengulur waktu, hidup kita singkat di dunia ini
Ajal,musibah sudah ada yang mengatur ,dan tidak ada yang bisa menahan atau merubahnya
Jadi setiap ada kesempatan jangan di sia2kan lagi.
Bukan hanya di tanggal dan bulan 22 desember kita mengungkapkan rasa sayang cinta kita kepada ibu kita.
Ibuk kita aja tidak tau menau dengan tanggal dan bulan setiap hari dia menyayangi kita.
Jadi selagi masih ada waktu masih dengan kesempatan ini kita buat para ibuk di dunia senang.
                                                                                                                                              

                                                                                                                                                            
                                                                                                                              By Afriliansyah